Cerita
Lakaan Timor Primitive
Lakaan Timor Primitive, merek furnitur yang terinspirasi dari estetika etnik Timor, secara resmi memperluas kehadirannya dengan membuka dua gerai baru di Kuta Selatan, Badung, Bali.
Gerai pertama berlokasi di Jl. Labuan Sait, Pecatu, dan gerai kedua di Jl. Toyaning 2, Ungasan. Pembukaan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan Lakaan Timor Primitive.
Melalui kedua gerai tersebut, Lakaan Timor Primitive menampilkan furnitur dan elemen dekoratif yang menggabungkan keterampilan pengerjaan yang unggul, material berkualitas, serta desain khas yang berakar pada budaya Timor.
Lebih dari sekadar nama, “Lakaan” memiliki makna historis dan emosional yang mendalam. Nama ini diambil dari Gunung Lakaan, gunung tertinggi di Pulau Timor yang terletak di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.
Gunung ini memiliki ikatan erat dengan kehidupan pendirinya, Adv. Hilarius Mali Asa, S.H., yang tumbuh besar di kaki Gunung Lakaan. Keterikatan ini menginspirasi setiap produk Lakaan agar kuat, autentik, dan sarat nilai budaya.
Menurut Hilarius, pembukaan dua gerai baru ini bukan hanya bentuk ekspansi bisnis, tetapi juga wujud komitmen untuk membagikan kekayaan budaya Timor kepada masyarakat luas. Kini, Lakaan Timor Primitive hadir sebagai etalase budaya sekaligus pilihan utama bagi mereka yang mencari elemen artistik dan bernilai budaya untuk hunian maupun ruang komersial.